Teori-teori Motivasi Dalam Psikologi

1. Teori Motivasi isi
a. Teori Tata Tingkat-Kebutuhan
Maslow berpendapat bahwa kondisi manusia berada dalam kondisi mengejar yang bersinambung. Jika satu kebutuhan terpenuhi, langsung kebutuhan tersebut diganti oleh kebutuhan lain. Maslow selanjutnya mengajukan bahwa ada lima pokok kebutuhan, yaitu :
1.    Kebutuhan fisiologikal (faali)
2.    Kebutuhan rasa aman
3.    Kebutuhan sosial. Kebutuhan ini mencakup memberi dan menerima persahabatan, cinta kasih, rasa memiliki (belonging). Setiap orang ingin menjadi anggota kelompok sosial, ingin mempunyai teman, kekasih.
4.    Kebutuhan harga diri (esteem needs). Kebutuhan harga diri meliputi dua jenis:
a.    mencakup faktor-faktor internal, seperti kebutuhan harga diri, kepercayaan diri, otonomi, dan kompetensi;
b.    mencakup faktor-faktor eksternal kebutuyhan yang menyangkut reputasi seperti mencakup kebutuhan untuk dikenali dan diakui (recognition), dan status
5.    Kebutuhan aktualisasi-diri. Kebutuhan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dirasakan dimiliki.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

motivasi dalam psikologi, psikologi motivasi, teori motivasi psikologi, motivasi psikologi, teori-teori motivasi, teori motivasi dalam psikologi, psikologi umum pdf, teori abraham maslow pdf, teori motivasi, objek kajian psikologi, teori teori motivasi, pengertian motivasi dalam psikologi, motivasi psikologi umum, stimulus psikologi, teori motivasi dalam psikologi sosial, teori psikologi motivasi, teori maslow pdf, teori motivasi pdf, teori motivasi psikologi umum, teori-teori motivasi dalam psikologi

Hubungan Antara Tingkat Stres dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua dengan Perilaku Merokok Pada Remaja

Perilaku merokok dilihat dari berbagai sudut pandang sangat merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang di sekelilingnya. Ancaman terhadap kesehatan yang ditimbulkan oleh perilaku merokok telah didokumentasikan secara meyakinkan oleh Surgeon General of the United States dalam serangkaian laporan sejak tahun 1964. Diperkirakan lebih dari 430.000 pengguna tembakau tewas di usia muda setiap tahunnya (Davison dkk., 2006). Hasil survei Roy Tjiong dari Hellen Keller International dan Yayasan Indonesia Sehat yang dilakukan di Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Padang terhadap 155 ribu rumah tangga menyebutkan, risiko kematian populasi balita dari keluarga perokok berkisar antara 14 persen untuk daerah perkotaan dan 24 persen untuk pedesaan. Jika dikalkulasi, konsumsi keluarga miskin menyumbang 32.400 kematian setiap tahun atau sekitar 90 kematian balita per hari (Jawa Pos, 10 Mei 2009). Rokok dalam beberapa cara bertanggung jawab atas satu dari setiap enam kematian di AS, menewaskan lebih dari 1.100 orang setiap hari. Rokok menjadi satu-satunya penyebab kematian dini yang paling dapat dicegah di AS serta di berbagai negara lain di dunia (Davison dkk., 2006).
Tidak ada yang memungkiri adanya dampak negatif dari perilaku merokok, namun para perokok tetap saja tidak peduli dan tersenyum apabila diingatkan terhadap ancaman yang setiap saat akan dapat menyiksanya dalam waktu lama dan bahkan dapat merenggut nyawanya. Tidak mengherankan jika saat ini merokok seakan telah menjadi gaya hidup. Ironisnya, gaya hidup ini telah merambah usia muda, yakni remaja tanggung usia belasan. Survei Sosial Ekonomi Badan Pusat Statistik tahun 2001 dan 2004 menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi anak-anak usia 15-19 tahun yang merokok. Tahun 2001 sebesar 12,7 persen, tahun 2004 meningkat menjadi 17,3 persen. Berdasar data Global Youth Tobacco Survey 2006 yang diselenggarakan oleh Badan Kesehatan Dunia terbukti jika 24,5 persen anak laki-laki dan 2,3 persen anak perempuan berusia 13-15 tahun di Indonesia adalah perokok, di mana 3,2 persen dari jumlah tersebut telah berada dalam kondisi ketagihan atau kecanduan (www.kompas.com).

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

kajian psikologi sosial, psikologi sosial pdf, PSIKOLOGI SOSIAL, tingkat stress, efek stres terhadap anak usia dini, prevalensi stres di indonesia, perilaku merokok pada siswa, status stres, Piskologi sosial, hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan perilaku merokok remaja, dampak kecanduan merokok menurut ahli psikologi, jurnal hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja, teori stres berdasarkan status ekonomi, Hubungan Antara Tingkat Stres Dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja, perilaku stress terkait jenjang pendidikan, hubungan tingkat pendidikan dengan manajemen stres, pengertian status sosial ekonomi remaja, prevalensi stres kerja di indonesia, psikologi neurosains faktor genetik pada PAUD pdf, skripsi hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok

Psikologi Perusahaan Lintas Budaya

Perbedaan setiap manusia itu adalah nyata. Mulai dari gaya bicara, mode pakaian, latar belakang,dll. Dalam psikologi itu dinamakan individual differences. Apalagi di Indonesia ini yang memiliki agama, budaya, suku, ras, keadaan social yang berbeda-beda. Jika dikaitkan dengan kegiatan industri atau organisasi, maka menyatukan visi misi dan tujuan organisasi itu sendiri yang harus diutamakan. Menyatukan pemahaman dan pandangan, bekerja sama dan berkarya dari latar belakang yang berbeda, hal inilah yang harus dilakukan oleh para pemimpin untuk bisa menyatukan kepahaman agar tujuan dari organisas itu tercapai. Misalkan, dalam suatu organisasi ada orang Padang dan ada orang Jogja. Orang Padang terkenal dengan semangat kerjanya yang tinggi, tak mudah menyerah sementara itu orang Jogja terkenal dengan kerjanya yang lambat dan terkesan menunda-nunda. Itu perusahaan lintas budaya tetapi masih dalam satu negara. Perusahaan lintas budaya dengan perbedaan budaya antar negara lebih kompleks. Ini biasa terjadi dalam perusahaan yang sudah mengglobal. Pertanyaannya adalah apakah para karyawan yang berasal dari budaya yang berbeda-beda mulai dari suku, ras, etnis, bahkan antar negara bisa bekerja sama membangun perusahaan yang ditempati? Ataukah justru mereka bisa menjadi bumerang bagi perusahaan yang mereka tempati sendiri?

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

psikologi perusahaan, pengertian psikologi perusahaan, teori trust psikologi, contoh gesekan antar budaya, psikologi lintas budaya pdf, teori psikologi lintas budaya, definisi psikologi perusahaan, kajian psikologi lintas budaya, yhs-default, Contoh gesekan antarbudaya, psikologi lintas budaya dalam industri dan organisasi, contoh makalah psikologi lintas budaya, jurnal psikologi tentang prusahaan, mengapa terjadi gesekan antar budaya, tesis psikologi : trust pdf, contoh terjadinya gesekan antar budaya, psikologi lintas budaya, psikologi keberagaman dalam organisasi, pengertian trust dalam psikologi, psikologi lintas budaya latar belakang

Bullying? Hadapi Saja

MASA liburan usai. Setelah ketegangan dalam ujian kelulusan dan ujian penerimaan siswa baru terlewati, para calon siswa baru kembali dihadapkan dengan situasi yang tak kalah menegangkan. Yakni, masa orientasi siswa baru. Walaupun saat ini telah banyak perubahan dari masa perploncoan di masa lalu, nuansa pernak-pernik ospek masih tetap kental terlihat. Mulai kostum yang penuh warna sampai tugas-tugas yang aneh. Bahkan, lebih aneh dari ngidamnya ibu-ibu yang tengah hamil muda. Permintaan itu wajib dipenuhi walau tidak termasuk dalam tata tertib sekolah.
Saya kembali teringat pada masa-masa sekolah dulu, baik saat SMP, SMA, maupun kuliah. Bila ditarik benang merahnya, semua masa orientasi siswa baru memiliki makna yang sama. Yaitu, saat dihalalkannya mengerjai adik kelas. Walau pihak sekolah telah mewanti-wanti untuk tidak bertindak keterlaluan, masih saja ada kakak kelas yang nakal dan menganggap bahwa apa pun yang terjadi dalam masa orientasi tidak lebih dari sekadar menjalankan tradisi turun temurun.
Masa-masa orientasi yang pada awalnya hanya untuk seru-seruan atau ajang unjuk gigi senior akhirnya dapat pula mengarah pada tindakan bullying atau kekerasan. Bullying sendiri tidak hanya terbatas pada tindakan fisik seperti pemukulan, tetapi juga secara psikologis seperti merendahkan citra diri. Yaitu, mengejek, mencela fisik dan penampilan, ancaman, hingga pelecehan. Tidak hanya dapat terjadi saat ospek, bully dapat pula terjadi pada hari-hari sekolah. Bukan hanya dilakukan kakak kelas, tapi juga teman sebaya bahkan guru.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

pengertian bullying menurut para ahli, makalah bullying, teori bullying, makalah frustasi, definisi bullying menurut para ahli, artikel tentang bullying, teori psikologi bullying, artikel bullying, makalah tentang bullying, teori tentang bullying, artikel psikologi sosial, masa orientasi siswa menurut para ahli, teori bullying menurut para ahli, bullying menurut teori psikologi pendidikan, bullying menurut psikologi, teori-teori bullying, bully menurut ahli adalah, bullying menurut ahli, psikologi bullying, teori bulliying

Menetapkan Peraturan Bagi Anak Ala Piaget

Di sebuah tempat penitipan anak, ada ibu-ibu nyeletuk, “Duh, anakku itu bandelnya minta ampun. Sudah dibilangin berkali-kali kalau tidak boleh bertengkar kalau sedang bermain dengan temannya. Ehh…masih saja tiap hari bertengkar”. Mungkin Anda pernah mendengar celetukan seperti ini pula di tempat yang berbeda. Atau juga omelan panjang versi lain tentang kebandelan anaknya yang masih berusia dini.

Tapi tahukah Anda, di usia dini antara 2 - 5 tahun menurut teori Piaget, tidak ada aturan yang benar. Di usia ini hal-hal yang berhubungan dengan peraturan masih diartikan secara sederhana oleh mereka. Perilaku patuh pada aturan yang mereka lakukan  merupakan sebuah ekspresi kesadaran tentang adanya peraturan saja. Namun mereka masih tidak mengerti kebutuhan untuk mengikuti peraturan. Misalnya saja seorang anak yang sering berkelahi dengan temannya, akan menjadi patuh terhadap aturan untuk tidak berkelahi karena takut dimarahi ibunya saja. Namun, si anak belum sepenuhnya mengerti bahwa aturan untuk tidak berkelahi juga baik bagi dirinya sendiri. Setidaknya menghindarkan dari akibat yang menyakitkan atau berbahaya bagi tubuhnya. Bahkan di usia dini ini anak masih belum memahami aturan ‘menang’ ataupun ‘kalah’ dalam sebuah permainan. Kalaupun mereka memberlakukannya dalam permainan mereka, mereka masih belum menyadari bahwa hal tersebut bagian dari sebuah ‘aturan’ dalam permainan.

Saat anak mulai memasuki tahap usia 6 - 10 tahun, menurut teori Piaget secara psikologi anak-anak sudah mulai mengetahui adanya aturan-aturan, meskipun terkadang masih sering terjadi ketidakkonsistenan. Mereka juga mulai memahami bahwa aturan-aturan tersebut dapat berubah-ubah. Aturan-aturan yang ditetapkan orang tua ataupun orang dewasa lainnya seperti guru, akan dianggap sebagai sebuah aturan yang tidak bisa diubah dan kedudukannya lebih tinggi. Pada usia selanjutnya anak akan lebih memahami tentang arti sebuah aturan, bahkan terkadang sudah mampu menegosiasi aturan-aturan yang dibuat.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

kajian psikologi perkembangan, psikologi anak usia 10 tahun, pengertian piaget, psikologi anak 6 tahun, psikologi anak 10 tahun, teori psikologi perkembangan, psikologi anak umur 10 tahun, patuh menurut psikologi, makalah psikologi pendidikan: tahap perkembangan psikologis manusia pdf, psikologi perkembangan anak usia dini, konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia kutipan dari buku psikologi, perkembangan psikologi, pengertian memori dalam psikologi anak, psikolog tentang anak umur 10, Psikolog anak 10 tahun, psikologi perkembangan bahaya personal dan sosial pada masa dewasa dini, Psikologi pertumbuhan dan perkembangan, tahap kesadaran aturan puaget umur, teori-teori dalam psikologi perkembangan, teori tentang anak bertengkar

Tes Psikologi dan Manfaatnya Bagi Pendidikan

Memasuki tahun ajaran baru tampak sekolah-sekolah favorit mulai ramai dipadati pendaftar, tidak hanya karena berbagai macam fasilitas yang ditawarkan, beragam prestasi yang pernah diraih oleh siswa atau alumni sekolah tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi orang tua siswa untuk memilih sekolah tersebut. Tetapi apakah sebenarnya yang dapat menunjang keberhasilan siswa dalam meraih prestasi yang diharapkan. Setiap anak dikaruniai kelebihan dan kekurangan masing-masing, dengan memahami apakah yang menjadi kebutuhan anak diharapkan akan didapat hasil yang maksimal. Tes psikologi merupakan salah satu instrument yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan anak.

Ada banyak ragam tes psikologi yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan anak diberbagai bidang. Beberapa tes yang biasanya  digunakan untuk mengetahui tingkat inteligensi dan kemampuan pada anak-anak diantaranya  skala intelegesi Stanford-Binet, skala wechsler,skala kaufman,dan skala kemampuan diferensial. Ada 15 tes dalam tes Stanford-Binet yang mewakili empat bidang kognitif utama diantaranya penalaran verbal, penalaran abstrak/visual, penalaran kuantitatif dan memori jangka pendek. Penguji juga memiliki kesempatan untuk menilai karakteristik emosional dan motivasional tertentu seperti misalnya kemampuan berkonsentrasi , tingkat aktivitas, kepercayaan diri dan ketekunan. Kemudian skala Wechsler, disamping penggunaannya sebagai pengukuran atas inteligensi umum, skala Wechsler juga digunakan dalam diagnosa psikiatris. Mulai dengan observasi bahwa kerusakan otak, kemerosotan psikosis, dan kemerosotan emosional bisa mempengaruhi sejumlah fungsi intelektual lebih daripada yang lain, Wechsler dan para psikolog klinis lainnya berpendapat bahwa sebuah analisis atas kinerja relative individu pada berbagai subtes yang berbeda seharusnya mengungkapkan gangguan-gangguan psikiatris yang spesifik.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

psikologi umum, manfaat tes psikologi, Psikolog umum, penggunaan hasil tes psikologis bagi guru mata pelajaran, tes psikologi pendidikan, manfaat psikologi pendidikan, penggunaan hasil tes psikologi bagi guru mata pelajaran, penggunaan hasil tes psikologis bagi guru pembimbing, skala wechsler, penggunaan hasil tes psikologis, tujuan tes psikologi, manfaat tes psikologi dalam pendidikan, tes psikologi anak, tes psikologi untuk anak, manfaat tes psikologi bagi siswa, manfaat psikologi, manfaat psikologi dalam pendidikan, tes psikologi kaufman, penggunaan hasil tes psikologi, manfaat tes intelegensi

Skizofrenia

Istilah skizofrenia berasal dari kata schizos : pecah belah dan phren: jiwa. Skizofrenia menjelaskan mengenai suatu gangguan jiwa dimana penderita mengalami perpecahan jiwa adanya keretakan atau disharmoni antara proses berfikir, perasaan dan perbuatan, Kraepelin seorang ahli kedokteran jiwa dari kota Munich memaparkan skizofrenia sebagai bentuk kemunduran intelegensi sebelum waktunya yang dinamakannya demensia prekox (demensia : kemunduran intelegensi) prekox (muda, sebelum waktunya).

Ada banyak perkiraan sebagai penyebab terjadinya skizofrenia, baik yang berasal dari badaniah (somatogenik) maupun psikologis (psikogenik). Perkiraan penyebab skizofrenia yang berasal dari segi fisik yang pertama adalah berasal dari faktor genetik atau faktor keturunan, hal ini telah dibuktikan dengan penelitian tentang keluarga penderita skizofrenia. Potensi untuk mendapatkan skizofrenia tidak langsung diturunkan melalui gen resesif, potensi ini mungkin kuat tapi mungkin lemah sebab selanjutnya juga akan tergantung pada lingkungan individu apakah akan menjadi skizofrenia atau tidak. Sama seperti penderita diabetes mellitus walaupun ia adalah resesif diabetes namun jika ia dapat menjaga pola hidup yang sehat maka ia tidak akan menderita diabetes. Selanjutnya adalah kelainan susunan syaraf pusat, yang terletak pada diensefalon atau kortex otak, kelainan tersebut mungkin disebabkan oleh perubahan postmortem.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

skizofrenia, skizofrenia pdf, pengertian skizofrenia, makalah skizofrenia, pengertian schizophrenia, definisi skizofrenia menurut who, psikologi kognitif, kecemasan menurut sigmund freud, gangguan jiwa menurut who, teori skizofrenia, pengertian gangguan jiwa menurut para ahli, definisi skizofrenia, pengertian skizofrenia menurut para ahli, kecemasan menurut freud, pengertian gangguan jiwa menurut who, psikologi kognitif pdf, pengertian psikologi menurut sigmund freud, gejala skizofrenia, kecemasan pdf, skizofrenia menurut para ahli