Psikologi Gestalt

Teori psikologi Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan.

Hal yang menjadi fokus dalam teori psikologi Gestalt adalah pengurangan dari usaha membagi sensasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil dan berdiri sendiri-sendiri, menjadi sebuah kesatuan yang utuh.

Tiga tokoh utama dari teori psikologi Gestalt adalah Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler. Ketiga tokoh ini berpendapat bahwa manusia seringkali cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh.

Teori gestalt banyak dipakai dalam proses pembuatan sebuah desain dan dalam cabang seni rupa lainnya. Hal ini terjadi sebhab teori psikologi Gestalt banyak menjelaskan bagaimana persepsi visual bisa terbentuk.

Persepsi jenis ini bisa terbentuk karena:

  1. Kedekatan posisi (proximity)

  2. Kesamaan bentuk (similiarity)

  3. Penutupan bentuk

  4. Kesinambungan pola (continuity)

  5. Kesamaan arah gerak (common fate)

Dalam aplikasinya terhadap proses belajar, teori psikologi Gestalt dimaknai sebagai sebuah proses mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas. Data-data dalam psikologi Gestalt disebut sebagai phenomena atau gejala.

Manusia akan cenderung untuk mempersepsikan sebuah gejala dari rangkaian pola-pola yang mirip sebagai sebuah kesamaan serta satu kesatuan yang utuh.

Hal ini linier dengan aplikasi teori psikologi Gestalt dalam pengaplikasiannya pada bidang seni rupa dan desain yaitu tentang kedekatan posisi, kesamaan bentuk, penutupan bentuk, kesinambungan pola, dan kesamaan arah gerak. Bedanya dalam teori belajar, implikasi dari teori psikologi gestalt adalah pada fenomena-fenomena di sekitar.

Sebagai contoh adalah ketika kita melihat sebuah gejala yang sama dalam sebuah pola interaksi dalam kelompok, memori kita akan mencari similaritas terhadap kesamaan bentuk dalam hal ini pola interaksi individu dalam kelompok, kesamaan arah gerak seperti ekspresi ekspresi dan reaksi, kesinambungan pola yang terjadi pada situasi serupa dengan pola-pola yang mirip  dalam pengalaman kita sebelumnya.

Dengan menggunakan teori belajar Gestalt dan pengaplikasiannya terhadap manajemen konfilk dalam kelompok, pemahaman akan prinsip-prinsip dasar Gestalt akan membantu individu dalam kelompok untuk mengantisipasi chaos yang tidak diperlukan berdasarkan proses pembelajaran sebelumnya.

Salah satu manfaat dari teori psikologi Gestalt dalam implikasinya ke dalam hubungan sosial dalam kelompok dan masyarakat adalah membantu kita untuk dapat melihat segala sesuatu secara lebih terperinci dan detail pada tiap-tiap fenomena yang terjadi di sekitar kita untuk kemudian memahaminya sebagai sebuah gambaran besar yang utuh. Ketika hal ini berhasil dilakukan, kita akan lebih mudah dalam memahami gambaran sebuah situasi yang lebih besar, bukan hanya fenomena yang berdiri sendiri-sendiri.

Kata kunci pencarian:

psikologi gestalt adalah, teori psikologi gestalt, psikologi gestal, gestalt dalam pisikologi, definisi psikologi gestalt, gestalt adalah, fungsi aliran gestal, contoh psikologi gestalt, Contoh dari psikologi gestalt, gestalt psikologi, psikologi gest, apa itu psikologi gestalt, fokus studi psikologi gestalt, apa yang dimaksud dengan psikologi gestalt, apa yg di maksud psikologi gestalt disebut fhenomena, definisi proximity kedekatan psikologi, contoh psikologi gestalt pada masyarakat, arti gestal, contoh proximity dalam mazhab psikologi gestaalt, twpri psikologo gestalt

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>