Tips Mengatasi Masalah Frustasi

“Aku lagi galauu….”.

“Atasi segera dengan kartu anti galau bisa sms dan chatting sepuasnya…”

Itu adalah sepenggal iklan yang akhir-akhir ini sering muncul di televisi. Tampaknya kata galau sedang menjadi tren saat ini, tidak hanya dipakai dalam perang tarif antar operator telepon seluler, diskon anti galau di pusat perbelanjaaan, kata galau juga sering diucapkan sebagai bahasa gaul yang biasa dipakai oleh anak remaja dan  ABG.

Sebenarnya apakah arti kata galau itu sendiri? Apakah benar jika dengan curhat atau sharing di dunia maya atau dengan berbelanja maka kegalauan akan berakhir? Sebenarnya apakah arti kata galau itu sendiri. Jauh sebelum kata galau menjadi tren kita lebih dulu mengenal kata frustasi. Kata frustasi terdengar memiliki nilai setingkat lebih tinggi dari kata galau, walaupun sebenarnya memiliki konotasi yang sama yaitu mengacu pada reaksi subyektif terhadap blocking atau penghalang tingkah atau motivasi yang penting sehingga mengakibatkan terganggunya penyesuaian diri.

Frustasi dapat berasal dari faktor luar  atau eksternal dan juga dapat berasal dari dalam atau personal. Zaman yang serba sulit saat ini, tuntutan kebutuhan sehari-hari yang semakin besar, kurangnya lapangan pekerjaan dan mahalnya biaya pendidikan merupakan contoh frustasi eksternal. Hilangnya atau terampasnya sesuatu yang pernah dimiliki seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) atau seseorang yang patah hati. Frustasi eskternal dapat pula disebabkan oleh pembatasan-pembatasan atau larangan-larangan yang ada di dalam budaya,keluarga  atau hukum yang berlaku misalnya seperti kisah Siti Nurbaya yang dilarang menikah dengan lelaki pilihannya.  Pembatasan dan larangan tidak dengan sendirinya membuat frustasi namun saat larangan tadi menyebabkan individu merasa kehilangan rasa aman kedudukan prestise dan sebagainya.

Frustasi personal diakibatkan oleh kekurangan-kekurangan yang ada pada diri seseorang yang meliputi cacat yang  bersifat riil maupun tidak riil (imaginer). Macam-macam cacat dapat dialami seseorang seperti terlahir buta, tidak memiliki tangan kaki dan sebagainya, selain cacat lahir seseorang dapatr pula mengalami cacat dalam hal moral,mental dan spiritual.  Berat ringan frustasi yang dialami setiap orang tidak sama tergantung pada besarnya nilai yang dia anut. Seseorang yang menganggap bahwa keindahan jasmani merupakan nilai yang tertinggi baginya maka dia akan mengalami frustasi yang lebih besar dibandingkan jika ia mengalami cacat moral. Seseorang yang mengalami cacat moral (suka mencuri, menipu, membunuh dsb) dapat mengalami frustasi yang lebih dalam dibandingkan dengan jenis frustasi lainnya hal ini disebabkan masyarakat akan ikut menghukum dan mencela sehingga mereka menjadi merasa terus dihukum bahkan saat mereka telah lepas dari hukuman kurungan.

Selain kekurangan yang betul-betul riil kekurangan yang bersifat tidak riil atau imaginer memiliki potensi yang sama untuk menimbulkan frustasi. Seseorang yang merasa bahwa kesempurnaan jasmani memiliki merupakan nilai yang tertinggi maka ia akan mngalammi frustasi yang besar jika merasa memiliki kekurangan pada fisiknya. Tidak mengherankan jika kita melihat seseorang yang mati-matian berdiet demi mendapatkann tubuh yang langsing padahal menurut kita dia tampak benar-benar kurus. Kekurangan-kekurangan semacam itu sulit dinilai secara memadai itu sebabnya pengaruhnya terhadap stabilitas mental/pribadi lebih kuat

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

frustasi dalam psikologi, pengertian frustasi, ciri-ciri frustasi, cara mengatasi frustasi dalam psikologi, pengertian frustasi dalam psikologi, definisi frustasi, pengertian frustasi menurut para ahli, ciri ciri orang frustasi, arti frustasi, pengertian daya tahan menurut para ahli, ciri orang frustasi, arti kata frustasi, definisi frustasi dalam psikologi, pengertian prustasi, ciri ciri frustasi, pengertian psikologi kepribadian menurut para ahli, definisi galau menurut psikologi, DEFINISI frustasi MENURUT PARA AHLI, ciri-ciri orang frustasi, makalah psikologi tentang frustasi

Jenis-jenis Kecemasan Pada Ibu Hamil

Ada tiga klasifikasi jenis kecemasan yaitu klasifikasi menurut sumber kecemasan, klasifikasi berdasarkan lamanya sifat itu menetap, klasifikasi berdasarkan dampak kecemasan. Klasifikasi berdasarkan sumber kecemasan yaitu: kecemasan realitas, kecemasan neurotis, kecemasan moral (Hall, S, Calvin, 1993)

a. Kecemasan Menurut Sumber Kecemasan

Klasifikasi jenis ini merupakan varian dari kecemasan yang muncul dikarenakan ada bahaya yang mengancam. Freud mengemukakan tiga klasifikasi kecemasan yaitu:

1.      Kecemasan Realitas

Kecemasan ini merupakan kecemasan atau rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar, seperti banjir, gempa, runtuhnya gedung-gedung. Kecemasan realitas ini merupakan yang paling pokok, karena kedua kecemasan yang lain, kecemasan neurotis dan moral berasal dari kecemasan yang realistis ini.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

kecemasan pada ibu hamil, teori kecemasan pada ibu hamil

KEPRIBADIAN TIPE A DAN B

Kepribadian mempunyai banyak pengertian yang disebabkan dalam penyusunan teori, penelitian, dan pengukuran dari beberapa ahli.

Menurut Kartono (1979:8) kata personality berasal dari bahasa latin persona yang artinya kedok atau topeng. Topeng ini biasanya digunakan oleh pemain teater Yunani untuk memerankan satu bentuk tingkah laku dan karakter tertentu. Personality juga berasal dari personare yang artinya menembus, maksudnya dengan menggunakan topeng dapat menembus keluar untuk mengekspresikan satu bentuk tingkah laku tertentu. Pesona merupakan gambaran salah satu bentuk atau tipe individu tertentu.

Jung (dalam Kartono, 1979:8) menyatakan pesona itu merupakan topeng bagi individu sepanjang hidupnya yang berfungsi sebagai benteng pelindung untuk menutupi dan melindungi diri sendiri agar mempunyai penampilan yang menyenangkan dan lebih baik.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

kepribadian tipe A, pengertian perfeksionis, kepribadian tipe a dan b, tipe kepribadian a dan b, tipe kepribadian b, tipe kepribadian A, perilaku tipe a, teori perfeksionis, teori tipe perilaku a dan b, perbedaan kepribadian tipe a dan b, kpribadian type b, teori tipe perfeksionis, pola kepribadian tipe A adalah, perfeksionisme kajian psikologi, perbedaan kepribadian tipe a dan tipe b, pengertian kepribadian tipe b, pengertian kepribadian tipe A dan B, dimaksud prilaku tipe A