Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mysettings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mysettings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mysettings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mysettings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/myincludes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/myincludes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/myincludes/theme.php on line 623

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1640

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1644

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1648

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1652

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1352
Kajian Psikologi

PSIKOLOGI KENABIAN (Prophetic Psychology)

Memandang amaliah ke-Islaman dari sudut pandang psikologi.

Sebelum membaca lebih jauh, tulisan ini adalah kutipan penuh dari buku Psikologi Kenabian tulisan Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Jadi tanpa saya tuliskan ‘Adz-Dzakiey (2012)’, sudah berarti bahwa tulisan tersebut bersumber dari buku Psikologi Kenabian. Bagian yang merupakan kontemplasi saya - sebut saja di sini pengutip - ada di akhir keseluruhan kutipan.

Psikologi kenabian adalah ilmu yang membahas dan mengkaji tentang eksistensi jiwa (hakikat jiwa, sifat jiwa, martabat jiwa, serta maqam jiwa) dan gejala jiwa (perilaku, sikap, tindakan, penampilan, gerak-gerik diri) dari manusia yang telah mencapai kesempurnaan dalam melaksanakan evolusi dan transformasi diri melalui pemahaman dan pengamalan agama secara totalitas berdasarkan wahyu Ketuhanan (Al-Quran), sabda dan keteladanan kenabian (Assunah), pendapat para ahli serta pengalaman ruhaniah para auliya Allah dan orang-orang saleh.

Syarat-syarat seorang psikolog muslim :
1.    Pemahaman yang dalam tentang pesan-pesan Al Quran secara historis dan secara hakikat (tanzil dan tanzih)
2.    Pemahaman yang dalam tentang pesan-pesan as-sunnah secara historis (syariat) dan secara hakikat
3.    Harus berperan sebagai pelaku dair ilmu yang dibangunnya, bukan saja sebagai pengamat atau komentator
4.    Penguasaan ilmu hakikat dan ilmu tasawuf yang cukup
5.    Ada hubungan batin yang kuat, yaitu Allah swt dan Rasul Muhammad saw
6.    Keterbukaan antara ilmuwan yang menguasai ilmu-ilmu ketuhanan dan ilmu-ilmu kealaman atau kemakhlukan, khususnya masalah-masalah yang berhubungan dengan manusia. Sehingga lebih mudah untuk melahirkan disiplin ilmu yang komprehensif.

Psikologi agama adalah ilmu yang mempelajari dan meneliti pengaruh dan peran pengamalan agama terhadap eksistensi diri seseorang berupa sikap, perilaku, tindakan, penampilan yang muncul di permukaan aktifitas kehidupannya secara nyata.

Fungsi psikologi kenabian adalah memberikan suatu penjelasan dan pengetahuan, bahwa ajaran kenabian dalam Islam adalah pengetahuan dan tuntunan yang wajib diyakini dan diaplikasikan. Tujuan dari psikologi kenabian antara lain :
1.    Mengantarkan manusia mengenal hakikat dirinya yang azali dan hakiki, yang bersifat ketuhanan, ruhaniah, dan bercahaya yang senantiasa tidak akan pernah terpisah dari Tuhannya.
2.    Mengantarkan manusia mengenal eksistensi Tuhannya yang ‘tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya’
3.    Mengantarkan manusia agar dapat mencapai sehat secara holistik (sehat fisik, mental, spiritual, finansial, dan sosial)
4.    Mengantarkan manusia agar dapat mengembangkan potensinya yang hakiki, sebagaimana yang telah diteladankan oleh Nabi Muhamad saw, yakni cerdas meangit dan cerdas membumi.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

psikologi kenabian, objek kajian psikologi sosial, mengenal allah swt motivasi spiritual, pengertian atensi menurut para ahli, ebook psikologi umum, contoh makalah psikologi umum, buku tentang persepsi, pengertian bullying menurut psikologi, makalah tentang tes psikologi, kajian psikologi kognitif, metode penyucian dan penyehatan melalui sholat, psikologi kenabian nasrani umum, buku psikologi umum, makalah roh dan jiwa menurut psikologi umum, apakah hubungan agama dgn kenabian? jelaskan!, artikel lengkap psikologi autisme, buku psikologi kenabian, psikologi nabi, hakikat manusia dari sudut pandang psikologi sosial, sudut pandang ilmu psikologis dengan nabi muhammad saw

Teori-teori Motivasi Dalam Psikologi

1. Teori Motivasi isi
a. Teori Tata Tingkat-Kebutuhan
Maslow berpendapat bahwa kondisi manusia berada dalam kondisi mengejar yang bersinambung. Jika satu kebutuhan terpenuhi, langsung kebutuhan tersebut diganti oleh kebutuhan lain. Maslow selanjutnya mengajukan bahwa ada lima pokok kebutuhan, yaitu :
1.    Kebutuhan fisiologikal (faali)
2.    Kebutuhan rasa aman
3.    Kebutuhan sosial. Kebutuhan ini mencakup memberi dan menerima persahabatan, cinta kasih, rasa memiliki (belonging). Setiap orang ingin menjadi anggota kelompok sosial, ingin mempunyai teman, kekasih.
4.    Kebutuhan harga diri (esteem needs). Kebutuhan harga diri meliputi dua jenis:
a.    mencakup faktor-faktor internal, seperti kebutuhan harga diri, kepercayaan diri, otonomi, dan kompetensi;
b.    mencakup faktor-faktor eksternal kebutuyhan yang menyangkut reputasi seperti mencakup kebutuhan untuk dikenali dan diakui (recognition), dan status
5.    Kebutuhan aktualisasi-diri. Kebutuhan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dirasakan dimiliki.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

motivasi dalam psikologi, psikologi motivasi, teori motivasi psikologi, motivasi psikologi, teori-teori motivasi, teori motivasi dalam psikologi, teori abraham maslow pdf, psikologi umum pdf, teori motivasi, objek kajian psikologi, teori teori motivasi, pengertian motivasi dalam psikologi, stimulus psikologi, motivasi psikologi umum, teori motivasi dalam psikologi sosial, teori psikologi motivasi, teori motivasi pdf, teori maslow pdf, teori-teori motivasi dalam psikologi, teori motivasi psikologi umum

Bullying? Hadapi Saja

MASA liburan usai. Setelah ketegangan dalam ujian kelulusan dan ujian penerimaan siswa baru terlewati, para calon siswa baru kembali dihadapkan dengan situasi yang tak kalah menegangkan. Yakni, masa orientasi siswa baru. Walaupun saat ini telah banyak perubahan dari masa perploncoan di masa lalu, nuansa pernak-pernik ospek masih tetap kental terlihat. Mulai kostum yang penuh warna sampai tugas-tugas yang aneh. Bahkan, lebih aneh dari ngidamnya ibu-ibu yang tengah hamil muda. Permintaan itu wajib dipenuhi walau tidak termasuk dalam tata tertib sekolah.
Saya kembali teringat pada masa-masa sekolah dulu, baik saat SMP, SMA, maupun kuliah. Bila ditarik benang merahnya, semua masa orientasi siswa baru memiliki makna yang sama. Yaitu, saat dihalalkannya mengerjai adik kelas. Walau pihak sekolah telah mewanti-wanti untuk tidak bertindak keterlaluan, masih saja ada kakak kelas yang nakal dan menganggap bahwa apa pun yang terjadi dalam masa orientasi tidak lebih dari sekadar menjalankan tradisi turun temurun.
Masa-masa orientasi yang pada awalnya hanya untuk seru-seruan atau ajang unjuk gigi senior akhirnya dapat pula mengarah pada tindakan bullying atau kekerasan. Bullying sendiri tidak hanya terbatas pada tindakan fisik seperti pemukulan, tetapi juga secara psikologis seperti merendahkan citra diri. Yaitu, mengejek, mencela fisik dan penampilan, ancaman, hingga pelecehan. Tidak hanya dapat terjadi saat ospek, bully dapat pula terjadi pada hari-hari sekolah. Bukan hanya dilakukan kakak kelas, tapi juga teman sebaya bahkan guru.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

pengertian bullying menurut para ahli, makalah bullying, teori bullying, makalah frustasi, definisi bullying menurut para ahli, artikel tentang bullying, teori psikologi bullying, artikel bullying, makalah tentang bullying, teori tentang bullying, artikel psikologi sosial, teori bullying menurut para ahli, teori bullying dalam psikologi, tokoh teori bullying, masa orientasi siswa menurut para ahli, Psikologi bullying menurut pendapat ahli psikologi, teori-teori bullying, bully menurut ahli adalah, artikel tentang bullying menurut psikologis, artikel tentang bullying menurut penemu

Tes Psikologi dan Manfaatnya Bagi Pendidikan

Memasuki tahun ajaran baru tampak sekolah-sekolah favorit mulai ramai dipadati pendaftar, tidak hanya karena berbagai macam fasilitas yang ditawarkan, beragam prestasi yang pernah diraih oleh siswa atau alumni sekolah tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi orang tua siswa untuk memilih sekolah tersebut. Tetapi apakah sebenarnya yang dapat menunjang keberhasilan siswa dalam meraih prestasi yang diharapkan. Setiap anak dikaruniai kelebihan dan kekurangan masing-masing, dengan memahami apakah yang menjadi kebutuhan anak diharapkan akan didapat hasil yang maksimal. Tes psikologi merupakan salah satu instrument yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan anak.

Ada banyak ragam tes psikologi yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan anak diberbagai bidang. Beberapa tes yang biasanya  digunakan untuk mengetahui tingkat inteligensi dan kemampuan pada anak-anak diantaranya  skala intelegesi Stanford-Binet, skala wechsler,skala kaufman,dan skala kemampuan diferensial. Ada 15 tes dalam tes Stanford-Binet yang mewakili empat bidang kognitif utama diantaranya penalaran verbal, penalaran abstrak/visual, penalaran kuantitatif dan memori jangka pendek. Penguji juga memiliki kesempatan untuk menilai karakteristik emosional dan motivasional tertentu seperti misalnya kemampuan berkonsentrasi , tingkat aktivitas, kepercayaan diri dan ketekunan. Kemudian skala Wechsler, disamping penggunaannya sebagai pengukuran atas inteligensi umum, skala Wechsler juga digunakan dalam diagnosa psikiatris. Mulai dengan observasi bahwa kerusakan otak, kemerosotan psikosis, dan kemerosotan emosional bisa mempengaruhi sejumlah fungsi intelektual lebih daripada yang lain, Wechsler dan para psikolog klinis lainnya berpendapat bahwa sebuah analisis atas kinerja relative individu pada berbagai subtes yang berbeda seharusnya mengungkapkan gangguan-gangguan psikiatris yang spesifik.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

psikologi umum, manfaat tes psikologi, Psikolog umum, penggunaan hasil tes psikologis bagi guru mata pelajaran, tes psikologi pendidikan, penggunaan hasil tes psikologi bagi guru mata pelajaran, penggunaan hasil tes psikologis bagi guru pembimbing, penggunaan hasil tes psikologis, manfaat psikologi pendidikan, skala wechsler, tujuan tes psikologi, tes psikologi untuk anak, manfaat tes psikologi dalam pendidikan, manfaat psikologi, tes psikologi anak, penggunaan hasil tes psikologi, tes psikologi kaufman, manfaat psikologi dalam pendidikan, manfaat tes psikologi bagi siswa, manfaat tes intelegensi

Membentuk Anak Disiplin Dengan Pola Asuh Yang Demokratis

“Maunya anak jangan diturutin terus ntar malih sak karepe dewe kudu manut  ambe aturane wong tuwo” nasihat seperti itu pasti sudah pernah kita dengar entah dari kakek nenek atau orang-orang tua.

Memang budaya patriarki sudah mengakar sejak lama dan sudah menjadi ciri bangsa kita yang selalu mengagungkan orang tua sedangkan anak posisinya harus tunduk dan patuh  dengan segala aturan dan keputusan. Pola asuh yang otoriter dengan model aturan top down seperti ini biasanya lebih menuntut konsekuensi negatif (punishment) daripada mengeluarkan konsekuensi positif (reward).

Era globalisasi membuat arus informasi menjadi mudah diakses,  membuat anak menjadi lebih kritis, anak-anak apalagi remaja dapat menemukan berbagai macam hal baru diluar sana tanpa sepengetahuan kita sebagai orang tuanya.  Tentu kita merasa frustasi saat anak lebih banyak membangkang daripada mengikuti perintah kita. Aturan lama yang bersifat kaku tentu tidak sesuai lagi jika diterapkan pada masa yang bergerak cepat seperti saat ini.

Bagaimanapun dalam hidup aturan memang diperlukan, tak terkecuali bagi anak, namun peraturan itu bersifat ada dan mengikat dan bukannya mengekang apalagi membatasi ruang gerak dan berpikir anak.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

pola asuh demokratis, contoh pola asuh demokratis, kajian psikologi umum, teori pola asuh dalam psikologi, teori psikologi tentang pola asuh, mendidik anak dengan cara demokratis, pengertian pola asuh menurut psikologi, pola asuh anak demokratis, pengertian disiplin demokratis, bentuk pola asuh dalam disiplin psikologi, pola asuh demokratis menurut para ahli, dampak disiplin demokratis, skenario tentang pola asuh yang demokratis, Pengertian Pola penerapan disiplin, pengertian pola asuh menurut para ahli psikologi, Terapan polah asuh anak, pola asuh humanis, pola disiplin, pola kedisiplin, psikologi pola asuh makalah

Meredakan Stres Pada Anak

Apakah anak-anak juga megalami stres, sebagaian dari kita pasti berpikir mustahil seorang anak yang polos dan memiliki pemikiran yang masih sederhana dapat mengalami stres. Stres merupakan situasi dimana tingkah atau motivasi terhalang oleh suatu keadaan tertentu. Sama halnya dengan manusia dewasa, anak-anak bahkan bayi pun dapat mengalami stres dengan konflik yang lebih sederhana. Stres pada anak-anak dapat disebabkan karena merasa tidak tercukupinya kebutuhan fisik seperti makan dan minum dan juga kebutuhan akan rasa aman. Ketidak mampuan dalam menyelesaikan tugas dan dapat juga karena persaingan antar saudara atau berebut permainan dengan teman sebaya.

Kestabilan emosi atau daya tahan terhadap stres pada anak dipengaruhi kestabilan emosi ibu dan lingkungan dan ini berpengaruh pada kestabilan emosi anak selanjutnya. Anak-anak belum dapat mengenali emosinya dengan baik. Ia belum paham jika ia merasakan beberapa emosi sekaligus, ekspresi dan pengungkapannya hampir sama. Semakin ia memasuki usia prasekolah ia mulai dapat mengekspresikan beberapa emosi dengan lebih jelas.  Tantrum merupakan salah satu bentuk ungkapan stres yang dialami oleh seorang anak. Anak-anak belum mengetahui bagaimana cara menyalurkan kekesalan dan emosi yang ia rasakan sehingga muncul reaksi-reaksi agresi. Bentuk emosi yang muncul akibat stres yang dirasakan seorang anak diantaranya marah, takut,iri hati, dan sedih.

Marah pada anak biasanya diikuti perilaku tantrum, jadi emosinya cenderung tinggi meskipun tidak meledak-ledak seperti di usia yang sebelumnya. Anak marah biasanya disebabkan karena anak merasa sakit,kecapaian saat bermain, tidak bisa menyelesaikan suatu tugas, berebut mainan, merasa tergangu atau saat keinginannya tidak terpenuhi. Kemarahan yang dia lakukan misalnya dengan berteriak,rewel,memukul dan merusak barang-barang. Cara mengatasinya berikan anak dekapan hangat, tunggulah sampai anak tenang. Bila ekspresinya kurang baik seperti memukul maka sampaikan bahwa perbuatan seperti itu tidak baik.

Anak-anak dapat merasa takut karena pengalaman yang tidak menyenangkan, tontonan/cerita-cerita yang menakutkan, . Anak mengekspresikan rasa takutnya dengan menangis, menjerit-jerit berteriak dan bersembunyi dibalik tubuh orang tuanya. Cara mengatasinya berikan ia dekapan lembut hingga ia merasa aman setelah itu jelaskan apa penyebab rasa takutnya. Bila perlu ajak anak untuk melihat faktanya dengan demikian anak tidak perlu merasa takut lagi karena telah mengetahui penyebabnya.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

stress pada anak, stres pada anak, makalah psikologi umum tentang emosi, pengertian KESTABILAN EMOSI, teori marah dalam psikologi, makalah psikologi emosi, teori kestabilan emosi, kestabilan psikologis, jurnal penelitian psikologi emosi anak, pengertian kestabilan emosional, Emosi kajian psikologi, pengertian stabilitas psikologi, DAMPAK RASA IRI HATI PADA ANAK, emosi, teori stabilitas emosi, apa yang dimaksud dengan kestabilan emosi, psikologi anak stress, makalah psikologi umum motivasi dan konflik, teori stress anak isia dini, makalah tentang emosi

Pengertian (Definisi) Gangguan Jiwa

Gangguan jiwa adalah suatu ketidakberesan kesehatan dengan manifestasi-manifestasi psikologis atau perilaku terkait dengan penderitaan yang nyata dan kinerja yang buruk, dan disebabkan oleh gangguan biologis, sosial, psikologis, genetik, fisis, atau kimiawi.
Gangguan jiwa mewakili suatu keadaan tidak beres yang berhakikatkan penyimpangan dari suatu konsep normatif. Setiap jenis ketidakberesan kesehatan itu memiliki tanda-tanda dan gejala-gejala yang khas.
Setiap gangguan jiwa dinamai dengan istilah yang tercantum dalam PPDGJ-IV (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi IV) atau DSM-IV-TR (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th edition with text revision). Kendati demikian, terdapat pula beberapa istilah yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan gangguan jiwa :

Selengkapnya klik disini Pengertian Gangguan Jiwa

Kata kunci pencarian:

pengertian gangguan jiwa, definisi gangguan jiwa, pengertian sakit jiwa, makalah gangguan jiwa, pengertian gangguan mental, definisi sakit jiwa, pengertian Penyakit jiwa, pengertian gangguan psikologis, pengertian gangguan psikologi, pengertian gangguan kejiwaan, pengertian kesehatan jiwa, definisi gangguan mental, gangguan psikologi, konsep gangguan jiwa, klasifikasi gangguan jiwa, arti gangguan jiwa, makalah tentang gangguan jiwa, pengertian kejiwaan, pengertian kelainan jiwa, defenisi gangguan jiwa