Kajian Psikologi

14 Agustus 2010

Hubungan antara Tingkat Stres dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua dengan Perilaku Merokok pada Remaja

Diarsipkan di bawah: Artikel, Penelitian, Psikologi Sosial — Tag:, , , , — admin @ 13:08

Dampak negatif dari perilaku merokok sudah banyak diekspos, namun para perokok seakan tetap saja tidak peduli terhadap ancaman yang dapat menyiksanya dan bahkan dapat merenggut nyawanya. Merokok dengan motif meringankan ketegangan dan stres menempati urutan tertinggi, yakni sekitar 54,59 persen. Keadaan sosial ekonomi yang terdiri dari tingkat pendidikan, penghasilan, dan pekerjaan (Paavola dkk, 2004) juga memegang peranan penting dalam perilaku merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perilaku merokok pada remaja, (2) tingkat stres pada remaja, (3) status sosial ekonomi orang tua pada remaja, (4) hubungan antara stres dan perilaku merokok pada remaja, (5) hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dan perilaku merokok pada remaja, dan (6) hubungan antara tingkat stres dan status sosial ekonomi orang tua dengan perilaku merokok pada remaja.

Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat perilaku merokok pada remaja berada pada tingkatan sedang, (2) tingkat stres remaja berada pada tingkatan sedang, (3) status sosial ekonomi orang tua remaja adalah bawah, (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres dan tingkat perilaku merokok remaja, (5) terdapat hubungan negatif dan signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dan tingkat perilaku merokok remaja, dan (6) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan status sosial ekonomi orang tua dengan tingkat perilaku merokok remaja.

Download artikel lengkapnya dalam format PDF di sini

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Didukung oleh WordPress