Psikologi Perusahaan Lintas Budaya

Perbedaan setiap manusia itu adalah nyata. Mulai dari gaya bicara, mode pakaian, latar belakang,dll. Dalam psikologi itu dinamakan individual differences. Apalagi di Indonesia ini yang memiliki agama, budaya, suku, ras, keadaan social yang berbeda-beda. Jika dikaitkan dengan kegiatan industri atau organisasi, maka menyatukan visi misi dan tujuan organisasi itu sendiri yang harus diutamakan. Menyatukan pemahaman dan pandangan, bekerja sama dan berkarya dari latar belakang yang berbeda, hal inilah yang harus dilakukan oleh para pemimpin untuk bisa menyatukan kepahaman agar tujuan dari organisas itu tercapai. Misalkan, dalam suatu organisasi ada orang Padang dan ada orang Jogja. Orang Padang terkenal dengan semangat kerjanya yang tinggi, tak mudah menyerah sementara itu orang Jogja terkenal dengan kerjanya yang lambat dan terkesan menunda-nunda. Itu perusahaan lintas budaya tetapi masih dalam satu negara. Perusahaan lintas budaya dengan perbedaan budaya antar negara lebih kompleks. Ini biasa terjadi dalam perusahaan yang sudah mengglobal. Pertanyaannya adalah apakah para karyawan yang berasal dari budaya yang berbeda-beda mulai dari suku, ras, etnis, bahkan antar negara bisa bekerja sama membangun perusahaan yang ditempati? Ataukah justru mereka bisa menjadi bumerang bagi perusahaan yang mereka tempati sendiri?


Keberagaman budaya dalam perusahaan memang ada sisi positif dan ada sisi negatifnya. Segi positif tentu keberagaman budaya membuat perusahaan lebih berwarna dan diperkuat dengan karakter-karakter yang mumpuni. Mereka dapat bekerja sesuai dengan etos kerja mereka di bawah satu perintah atasan. Pandangan para karyawan dari budaya yang berbeda-beda terhadap perusahaan juga lebih bervariatif. Tetapi disamping itu, segi negatif juga tak kalah kompleks. Keberagaman budaya identik dengan rasa sensitif terhadap budaya lain, gesekan budaya, sulitnya kohesivitas antar karyawan, dan kepercayaan yang minimal. Sebagai contoh, suatu perusahaan yang dipimpin oleh orang Jawa tentu lebih mempercayai kinerja karyawan yang memiliki suku yang sama, yaitu Jawa dibanding suku lain misal Bugis. Terkadang tidak peduli apakah karyawan Bugis lebih baik kinerjanya daripada orang Jawa. Jika kita bicara budaya antar negara, terkadang isu-isu politik juga menjadi permainan sendiri. Suatu perusahaan dengan atasan dipegang oleh orang Jepang, lebih menyukai kinerja dan percaya terhadap orang Amerika dibanding dengan orang Cina. Hal ini dikarenakan politik yang bersahabat antara Jepang dan Amerika. Sementara Jepang dan Cina memiliki sejarah politik yang kelam meskipun keduanya memiliki ras yang sama. Itu dalam konteks atasan dan bawahan. Sementara dalam konteks sesama karyawan, seperti sulitnya kohesivitas bekerja dalam tim yang berbeda budaya tidak bisa dianggap remeh. Tidak adanya saling empati dan tolong menolong membuat karyawan bisa keluar satu persatu dari perusahaan yang ditempati.

Itu hanya sebagian kecil efek dari perusahaan yang memiliki budaya yang beragam. Tentu ada baik dan buruknya. Oleh karena itu dalam Psikologi lintas budaya, keberagaman budaya seperti ini diperlukan yang namanya trust atau kepercayaan. Semua orang mulai dari bawahan hingga atasan perlu memahami perbedaan tiap-tiap individu. Kepercayaan antara atasan dan bawahan yang berbeda budaya, atau sesama karyawan yang beda budaya sangat diperlukan. Itu semua demi menunjang eksisnya suatu perusahaan di tingkat global. Besar dan kecilnya suatu perusahaan tergantung bagaimana kepercayaan yang dibangun SDM yang ada di perusahaan tersebut.

*Ditulis oleh Ramon Ananda Paryontri S.Psi
Alumni Universitas Gajah Mada

Alamat Facebook : (http://facebook.com/ramon.prayontri)

Kata kunci pencarian:

psikologi perusahaan, pengertian psikologi perusahaan, teori trust psikologi, contoh gesekan antar budaya, psikologi lintas budaya pdf, teori psikologi lintas budaya, definisi psikologi perusahaan, kajian psikologi lintas budaya, yhs-default, Contoh gesekan antarbudaya, psikologi lintas budaya dalam industri dan organisasi, contoh terjadinya gesekan antar budaya, mengapa terjadi gesekan antar budaya, jurnal psikologi tentang prusahaan, pengertian gesekan budaya, pengertian trust dalam psikologi, pdf Psikologis perusahaan, Perusahaan PSI, psikologi keberagaman dalam organisasi, psikologi lintas budaya latar belakang

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>