Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mysettings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mysettings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mysettings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mysettings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/myincludes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/myincludes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/myincludes/theme.php on line 623

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1640

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1644

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1648

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1652

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/endonesa/psikologi.or.id/mycontents/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1352
» Metode Penelitian dalam Psikologi | Kajian Psikologi

Metode Penelitian dalam Psikologi

Ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku dan proses mental :

  • Tidak boleh memiliki bias
  • Objektif

1. Metode Eksperimental

Kontrol Variabel

Para peneliti cermat mengendalikan kondisi - seringkali di laboratorium - dan melakukan pengukuran untuk menemukan hubungan antara variabel (variabel adalah sesuatu yang dapat terjadi dengan nilai yang berbeda. Yang membedakan metode eksperimental dengan metode ilmiah lainnya adalah kemampuan metode eksperimental untuk mengendalikan secara teliti.

- Variabel independen (yang bisa diotak-atik) dan variabel dependen (variabel hasil).

Metode eksperimen dapat digunakan di luar maupun di dalam laboratorium. Walaupun sebagian besar dilakukan di laboratorium khusus, terutama karena diperlukan instrumen yang presisi untuk mengendalikan presentasi stimuli dan untuk mendapatkan penilaian oerilaku yang tepat.

Rancangan Eksperimen

Dimaksudkan sebagai prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan data. Rancangan eksperimen yang paling sederhana adalah dimana peneliti memanipulasi satu variabel independen dan mempelajari efeknya pada satu variabel dependen. Karena semua hal lainnya dipertahankan konstan kecuali variabel independen, pada akhir eksperimen dapat dibuat pernyataan sebagai berikut : “Dengan semua lainnya konstan, jika X ditingkatkan, Y juga meningkat.” Atau pada kasus lain : “Jika X ditingkatkan, Y menurun.”

Kadang-kadang eksperimen hanya memfokuskan pada pengaruh satu kondisi yang dapat ada atau tidak ada. Rancangan eksperimen ini memberikan nama kelompok eksperimental jiika kondisi ada dan kelompok kontrol jika kondisi tidak ada.

Penelitian yang melibatkan manipulasi simultan (serentak) beberapa variabel dinamakan eksperimen multivariasi dan seringkali digunakan dalam riset psikologi.

Pengukuran

Eksperimen biasanya melakukan pengukuran tidak hanya pada satu subjek tapi pada sampel banyak subjek. Dengan demikian hasil dari riset adalah data dalam bentuk angka-angka yang harus disimpulkan dan diinterpretasikan. Dasar dari tugas ini adalah statistik, yaitu ilmu yang mengurusi sampel dari suatu populasi individu dan kemudian mengambil kesimpulan tentang populasi dan sampel individu tersebut.

2. Metode Korelasional

Sebab penggunaan metode ini

Ada beberapa kasus yang tidak bisa dikondisikan, sehingga akhirnya harus mengambil sampel orang-orang yang sudah terkena (misalnya, tidak mungkin menjadikan sampel penelitian kita sebagai pengidap anoreksia, tapi langsung saja mengambil sampel orang pengidap anoreksia).

Koefisien korelasi

Adalah cara matematis yang digunakan oleh para periset psikologis untuk mengolah data dari metode korelasional.

Satu hal penting yang perlu dicatat dalam riset psikologi, bahwa koefisien .60 atau lebih dianggap sangat tinggi. Koefisien korelasi dalam rentang .20 dan .60 memiliki nilai praktis dan teoritis dan sangat berguna untuk membuat prediksi. Korelasi antara 0 sampai .20 harus dipandang secara hati-hati dan hanya sedikit berguna dalam membuat prediksi.

Tes

Salah satu kegunaan metode korelasional melibatkan tes yang mengukur bakat, pencapaian, atau trait (sifat) psikologis lain. Tes ini mempresentasikan situasi yang beragam kepada sekelompok orang yang memiliki perbedaan beberapa trait (seperti kemampuan matematika atau kecemasan). Variasi skor yang diperoleh pada tes kemudian dapat dikorelasikan dengan variabel pada variabel lain.

Tes memungkinkan ahli psikologi mendapatkan sejumlah besar data dari individu dengan gangguan minimal pada rutinitas harian mereka dan tanpa memerlukan peralatan laboratorium yang rumit

Hubungan sebab akibat

Terdapat perbedaan penting antara penelitian eksperimental dan korelasional. Dalam penelitian eksperimental yang tipikal, satu variabel (variabel independen) secara sistematis dimanipulasi untuk mengetahui efeknya pada variabel lain (variabel dependen). Hubungan sebab akibat seperti itu tidak dapat diperoleh dari penelitian korelasional. Jika kedua variebl berkorelasi, variasi pada salah satuya kemungkinan merupakan penyebab variasi pada variabel lain, tetapi jika tidak terdapat bukti eksperimental, kesimpulan itu tidak dapat dibenarkan.

3. Metode Observasi

Observasi langsung

Pada tahap awal riset tentang sesuatu topik tertentu, eksperimen laboratorium dan penelitian korelasional mungkin terlalu dini dan perkembangan sebaiknya diperoleh dengan mengamati perkembangan alami fenomena yang dimaksud. Para peneliti harus terlatih untuk mengamati dan mencatat secara akurat untuk mencegah masuknya bias pribadi ke dalam apa yang dilaporkan.

Metoda Survei

Beberapa masalah yang sulit untuk dipelajari secara langsung dapat dipelajari dengan observasi tidak langsung melalui kuesioner dan wawancara. Walaupun metode ini memberikan banyak hasil penting, metode ini lebih mudah mengalami bias ketimbang observasi langsung sebab manusia mungkin mencoba mempresentaikan dirinya dari sudut yang positif.

Riwayat Kasus

Adalah biografi untuk digunakan secara ilmiah, dan merupakan sumber data yang penting untuk mempelajari individu. Sebagian besar riwayat kausu dibuat dengan merekonstruksi biografi seseorang. Rekonstruksi biografi sangat diperlukan untuk memahami seseorang, terutama ketika individu tersebut mengalami masalah.

Kata kunci pencarian:

metode penelitian psikologi, metode penelitian dalam psikologi, metodologi penelitian psikologi, metode psikologi sosial, metode-metode penelitian psikologi, metode penyelidikan dalam psikologi, metode-metode penelitian dalam psikologi, metode ilmiah dalam psikologi, metode penelitian dalam psikologi sosial, metode dalam psikologi, metode-metode dalam psikologi, penelitian dalam psikologi, metode dalam psikologi sosial, metode-metode ilmiah dalam psikologi, metode metode penelitian dalam psikologi, metode penelitian psikologi umum, metode riset dalam psikologi sosial, metode eksperimen dalam psikologi, metode dalam psikologi umum, riset psikologi

One Response to “Metode Penelitian dalam Psikologi”

  1. ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG PISIKOLOGI « naringgoyudo Says:


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>