Sumbangan Psikologi Klinis Dalam Assesment Gangguan Psikologis Korban Bencana Alam

Akhir-akhir ini banyak sekali terjadi bencana alam, misalnya saja gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh dan Nias; bencana banjir bandang dan longsor di Jember; gempa bumi di Yogyakarta, dll. Bencana alam seperti ini akan mengakibatkan korban merasa kehilangan, kedukaan, goncangan, tekanan psikologis (stress) dan trauma. Ada dua macam gangguan psikologis yang dialami korban bencana alam yaitu gangguan ringan dan gangguan berat. Gangguan ringan meliputi: 1.) Gangguan Emotif (terkejut, ketakutan, sering merasa cemas, marah, menyesal, merasa bersalah, mendapat cobaan, malu, berdosa, terhukum, diperlakukan tidak adil, merasa tanpa harapan (hopeless), tanpa arti, hampa, sendirian, kesepian, terasing, kehilangan minat, tak berdaya atau kehilangan rasa gembira dan cinta kasih, depresi); 2.) Gangguan kognitif (bingung, tanpa arah, tak mampu mengambil keputusan, kuatir, tak bisa konsentrasi, kehilangan ingatan, mengutuk diri sendiri, menghindari hal-hal yang dapat mengingatkannya pada peristiwa traumatik itu); 3.) Gangguan somatik (denyut jantung lebih cepat, tegang, badan mudah lelah, gemetaran, duduk tidak tenang, hiperaktif atau sebaliknya diam kaku, insomnia, lidah kaku, jantung berdebar lebih cepat, nafsu makan tidak ada, nafsu seks menurun, dada sesak, sulit tidur atau sebaliknya ingin tidur terus, mengigau, nafas pendek, dan tekanan darah naik atau turun, menderita kelelahan fisik karena kelainan psikologis); 4.) Gangguan hubungan antarpribadi (mudah curiga, saling mempersalahkan, menyalahkan pihak lain, merasa tidak dapat menolong orang lain, mudah membenci, mudah marah, konflik, menarik diri, mengurung diri, mudah tersinggung, tidak dapat akrab atau intim dengan orang lain, merasa ditolak).

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

kecemasan, makalah kecemasan, psikologi komunikasi pdf, gangguan somatik, psikologi pdf, laporan pendahuluan cemas, makalah cemas, gangguan somatik adalah, yhs-visicom_default, cemas gangguan somatik kognitif psikologis, PDF psikologi, tesis kajian psikologi pdf, jurnal psikologi industri dan organisasi pdf, kategori usia manusia menurut psikologi pdf, stres psikologis pada ibu hamil pdf, pdf psikologi perkembangan secara umum, pdf psikologi perkembangan manusia, pisikologi pdf, psikologi bunuh diri pdf, psikologi perkembangan masa tua pdf

Kekerasan Terhadap Anak

Jika ada ungkapan bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga tentunya ungkapan tersebut bukanlah ungkapan yang tanpa makna. Pada waktu dilahirkan anak memberikan kepercayaan sepenuhnya pada kedua orang tua untuk mengasuh dirinya. Anak tidak pernah berprasangka bahwa orang tua merekalah yang akan menghancurkan hidup mereka. Demikian juga harapan setiap anak terhadap orang dewasa lain disekitarnya. Mereka percaya 100% bahwa tidak ada seorang pun yang akan menyakiti dirinya. Alam menitipkan si mungil pada orang dewasa karena tidak seperti kebanyakan binatang manusia membutuhkan waktu yang lama untuk mandiri.

Namun jika kita menilik pemberitaan di berbagai media setiap harinya, hampir tak luput dari pemberitaan adanya kekerasan terhadap anak. Bukan lagi dikarenakan konteks wilayah antara kota dan desa lagi, tapi hampir merata terjadi di seluruh area.

Dengan fakta bahwa (almarhum) Dede,harus mati karena dibunuh oleh ayah tirinya, Anggi (6 tahun) telah memperoleh kekerasan dari ibunya. Lintang dan (Almarhumah) Indah yang menjadi korban ibunya.Ismi yang telah menjadi korban dari ibu Suri tempat ia tinggal. Riska Rosdiana(7 tahun) yang dicekik oleh ibu tirinya dan diperkosa oleh adik ibu tirinya. Tia yang telah menjadi korban setrika dari ayahnya karena dituduh mencuri hingga Nia Siahaan (2 Tahun) di Manado mendapatkan luka fisik dari ayah tirinya.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

makalah psikologi, makalah kekerasan terhadap anak, makalah kdrt, psikologi kekerasan, contoh makalah kekerasan pada anak, contoh makalah KDRT, makalah psikologi kristen, MAKALAH ANAK KORBAN KEKERASAN, makalah adaptasi psikologis masa intranatal, makalah sosial tentang kekerasan terhadap anak, makalah tentang kekerasan terhadap anak, tinjauan psikologis kekerasan pada anak, contoh kekerasan terhadap anak, contoh makalah kekerasan terhadap anak, makalah studi kasus pendidikan tentang kekerasan terhadap anak, makalah psikologi budaya, MAKALAH psikologi hukum dan KDRT, saraja psikologi dalam perlindungan korban kdrt, makalah psikologi humanisme, makalah psikologi industri dan powerpoin

Jenis-jenis Kecemasan Pada Ibu Hamil

Ada tiga klasifikasi jenis kecemasan yaitu klasifikasi menurut sumber kecemasan, klasifikasi berdasarkan lamanya sifat itu menetap, klasifikasi berdasarkan dampak kecemasan. Klasifikasi berdasarkan sumber kecemasan yaitu: kecemasan realitas, kecemasan neurotis, kecemasan moral (Hall, S, Calvin, 1993)

a. Kecemasan Menurut Sumber Kecemasan

Klasifikasi jenis ini merupakan varian dari kecemasan yang muncul dikarenakan ada bahaya yang mengancam. Freud mengemukakan tiga klasifikasi kecemasan yaitu:

1.      Kecemasan Realitas

Kecemasan ini merupakan kecemasan atau rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar, seperti banjir, gempa, runtuhnya gedung-gedung. Kecemasan realitas ini merupakan yang paling pokok, karena kedua kecemasan yang lain, kecemasan neurotis dan moral berasal dari kecemasan yang realistis ini.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

kecemasan pada ibu hamil, teori kecemasan pada ibu hamil, teori kecemasan ibu hamil, angka kecemasan ibu hamil menurut who, dampak kecemasan pada kehamilan, kcemasan terhdap bumil

Bahasan tentang Persepsi

Menurut De Vito (1997:75), persepsi adalah proses ketika kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita. Gulo (1982:207) mendefinisikan persepsi sebagai proses seseorang menjadi sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya. Rakhmat (1994:51) menyatakan bahwa persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dan menurut Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah integrasi sensasi, integrasi dari pengalaman yang ditimbulkan oleh stimulus sederhana. Bila dikaitkan dengan proses sensorik khususnya pada tingkat biologis, proses persepsi adalah proses perseptual, proses yang berkaitan dengan sistem saraf pusat, dimana terjadi pengolahan informasi terhadap stimulus yang terseleksi dengan sadar yang masuk melalui proses sensorik.

Proses pertama dalam persepsi yaitu menerima rangsangan atau stimulus dari berbagai sumber. Kebanyakan stimulus diterima melalui alat/panca indera. Sebelum stimulus terintegrasi menghasilkan persepsi, pada saat pengolahan informasi terdapat seleksi stimulus secara sadar. Berbagai stimulus yang diterima oleh indera tidak semuanya masuk dalam kesadaran. Proses kita memilih stimulus yang akan mendapat perhatian tersebut disebut atensi selektif. Atensi dibedakan atas: (1). fokus dan margin; (2). melihat selektif; (3). mendengar selektif; (4). pemilihan awal dan lambat; (5). menggabungkan ciri.

Atensi yang bersifat fokus adalah atensi terhadap apa yang jelas kita alami atau rasakan. Sedangkan margin adalah stimulus yang terabaikan.

Kata kunci pencarian:

pengertian stimulus, persepsi psikologi, persepsi dalam psikologi, psikologi persepsi, pengertian stimulus dalam psikologi, persepsi adalah, definisi stimulus, psikologi otak, stimulus dalam psikologi, hubungan psikologi dengan proses sensorik, tentang persepsi, pengertian stimuli, arti stimulus, proses sensorik dalam psikologi, pengertian persepsi dalam psikologi, persepsi menurut psikologi, persepsi dalam psikologi umum, persepsi psikologi umum, artikel persepsi, atensi selektif

BERPIKIR (THINKING)

Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian. “Berpikir” mencakup banyak aktivitas mental. Kita berpikir saat memutuskan barang apa yang akan kita beli di toko. Kita berpikir saat melamun sambil menunggu kuliah pengantar psikologi dimulai. Kita berpikir saat mencoba memecahkan ujian yang diberikan di kelas. Kita berpikir saat menulis artikel, menulis makalah, menulis surat, membaca buku, membaca koran, merencanakan liburan, atau mengkhawatirkan suatu persahabatan yang terganggu.

Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Walaupun tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kerja otak, pikiran manusia lebih dari sekedar kerja organ tubuh yang disebut otak.  Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan perasaan dan kehendak manusia. Memikirkan sesuatu berarti mengarahkan diri pada obyek tertentu, menyadari secara aktif dan menghadirkannya dalam pikiran kemudian mempunyai wawasan tentang obyek tersebut.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

pengertian berpikir, pengertian berfikir, berpikir, definisi berpikir, definisi berfikir, berpikir adalah, berpikir dalam psikologi, psikologi berpikir, pengertian pikiran, apa itu berpikir, apa itu berfikir, berfikir adalah, berfikir dalam psikologi, definisi pikiran, psikologi berfikir, pengertian berpikir dalam psikologi, apa yang dimaksud dengan berpikir, defenisi berfikir, pengertian berfikir dalam psikologi, apa yang dimaksud dengan berfikir

Dinamika Perkembangan: Pertumbuhan, Kematangan, dan Pembelajaran

Perkembangan mental dalam psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan perilaku manusia dari awal sampai akhir (mati).

Pelajaran siklus hidup yang luas hanya ada baru-baru ini dimunculkan sebagai pengejaran dari penelitian ilmiah, terutama dalam perbandingan pada penyelidikan dari masa anak-anak dan para remaja, yang mana mereka menjadi pusat perhatian buku-buku ilmiaH. Alasan ketidaklancaran hal ini adalah: Pertama, harapan hidup pada masa lampau relative rendah. Kedua, harapan hidup yang relative rendah itu mengasumsikan bahwa masa dewasa adalah masa-masa yang mudah dipahami daripada pengalaman masa anak-anak. Jadi masa dewasa diamati sebagai produk akhir yang lebih baik sebagai lanjutan dari pengembangan seseorang. Ketiga, masa bayi, anak-anak, dan remaja menyajikan para peneliti dengan nyata dan dengan perubahan yang dapat dilihat ─khususnya : fisik, mental, dan perbadaan personal─ untuk dipelajari.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

psikologi perkembangan, metode penelitian psikologi sosial, masa anak-anak, masa kanak-kanak, dinamika perkembangan, metode penelitian psikologi perkembangan, dinamika perkembangan sosial, masa anak anak, masa kanak-kanak adalah, masa kanak kanak, dinamika perkembangan remaja, pertumbuhan dan perkembangan perilaku dalam kajian psikologi umum, Perkembangan dan kematangan, metode penlitian psikologi, rancangan penelitian psikologi penelitian, DINAMIKA PERKEMBANGAN KOGNITIF, makalah pertumbuhan dan perkembangan dewasa tua usia 65 -85 keatas, definisi masa kanak kanak, psikologi massa, psikologi masa kanak-kanak

Perkembangan periode awal masa kanak-kanak

Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai saat anak matang secara seksual, kira-kira tiga belas tahun untuk perempuan dan empat belas tahun untuk laki-laki. Setelah anak matang secara seksual, maka ia disebut remaja.

Pada saat ini, secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak harus dibagi lagi menjadi dua periode yang berbeda yaitu:

  • Periode awal masa kanak-kanak, yang berlangsung dari usia dua sampai enam tahun.
  • Periode akhir masa kanak-kanak, yang berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya anak matang secara seksual.

    Read the rest of this entry »

    Kata kunci pencarian:

    perkembangan masa kanak-kanak awal, perkembangan masa kanak-kanak, psikologi perkembangan masa kanak-kanak, perkembangan masa anak-anak awal, perkembangan kanak-kanak awal, psikologi perkembangan masa anak-anak, yhse-visicom, periode-periode perkembangan, perkembangan masa awal anak-anak, Ringkasan materi awal masa kanak kanak, periode anak awal, observasi awal masa kanak di rumah, ilmu perkembangan jiwa akhir massa kanak kanak, jurnal awal masa kanak-kanak, jurnal perkembangan periode akhir anak anak pdf, jurnal psikologi perkembangan kanak-kanak, jurnal psikologi perkembangan periode knak kanak pdf, laporan penelitian perkembangan masa kanak-kanak awal dan akhir masa kanak, MAKALAH MASA KANAK-KANAK AWAL, makalah psikologi masa anak-anak pdf