PSIKOLOGI KENABIAN (Prophetic Psychology)

Memandang amaliah ke-Islaman dari sudut pandang psikologi.

Sebelum membaca lebih jauh, tulisan ini adalah kutipan penuh dari buku Psikologi Kenabian tulisan Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Jadi tanpa saya tuliskan ‘Adz-Dzakiey (2012)’, sudah berarti bahwa tulisan tersebut bersumber dari buku Psikologi Kenabian. Bagian yang merupakan kontemplasi saya - sebut saja di sini pengutip - ada di akhir keseluruhan kutipan.

Psikologi kenabian adalah ilmu yang membahas dan mengkaji tentang eksistensi jiwa (hakikat jiwa, sifat jiwa, martabat jiwa, serta maqam jiwa) dan gejala jiwa (perilaku, sikap, tindakan, penampilan, gerak-gerik diri) dari manusia yang telah mencapai kesempurnaan dalam melaksanakan evolusi dan transformasi diri melalui pemahaman dan pengamalan agama secara totalitas berdasarkan wahyu Ketuhanan (Al-Quran), sabda dan keteladanan kenabian (Assunah), pendapat para ahli serta pengalaman ruhaniah para auliya Allah dan orang-orang saleh.

Syarat-syarat seorang psikolog muslim :
1.    Pemahaman yang dalam tentang pesan-pesan Al Quran secara historis dan secara hakikat (tanzil dan tanzih)
2.    Pemahaman yang dalam tentang pesan-pesan as-sunnah secara historis (syariat) dan secara hakikat
3.    Harus berperan sebagai pelaku dair ilmu yang dibangunnya, bukan saja sebagai pengamat atau komentator
4.    Penguasaan ilmu hakikat dan ilmu tasawuf yang cukup
5.    Ada hubungan batin yang kuat, yaitu Allah swt dan Rasul Muhammad saw
6.    Keterbukaan antara ilmuwan yang menguasai ilmu-ilmu ketuhanan dan ilmu-ilmu kealaman atau kemakhlukan, khususnya masalah-masalah yang berhubungan dengan manusia. Sehingga lebih mudah untuk melahirkan disiplin ilmu yang komprehensif.

Psikologi agama adalah ilmu yang mempelajari dan meneliti pengaruh dan peran pengamalan agama terhadap eksistensi diri seseorang berupa sikap, perilaku, tindakan, penampilan yang muncul di permukaan aktifitas kehidupannya secara nyata.

Fungsi psikologi kenabian adalah memberikan suatu penjelasan dan pengetahuan, bahwa ajaran kenabian dalam Islam adalah pengetahuan dan tuntunan yang wajib diyakini dan diaplikasikan. Tujuan dari psikologi kenabian antara lain :
1.    Mengantarkan manusia mengenal hakikat dirinya yang azali dan hakiki, yang bersifat ketuhanan, ruhaniah, dan bercahaya yang senantiasa tidak akan pernah terpisah dari Tuhannya.
2.    Mengantarkan manusia mengenal eksistensi Tuhannya yang ‘tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya’
3.    Mengantarkan manusia agar dapat mencapai sehat secara holistik (sehat fisik, mental, spiritual, finansial, dan sosial)
4.    Mengantarkan manusia agar dapat mengembangkan potensinya yang hakiki, sebagaimana yang telah diteladankan oleh Nabi Muhamad saw, yakni cerdas meangit dan cerdas membumi.

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

psikologi kenabian, mengenal allah swt motivasi spiritual, objek kajian psikologi sosial, pengertian atensi menurut para ahli, ebook psikologi umum, buku tentang persepsi, contoh makalah psikologi umum, pengertian bullying menurut psikologi, Pisikologi Umum, makalah psikologi kenabian, hubungan psikologi dengan sifat nabi, pendapat ahli psikologi tentang bullying, motivasi spiritual ebook, sifat-sifat psikologis nabi, buku psikologi kenabian karya hamdani bakran, materi psikologi rasulullah, materi psikologi ibadah, kutipan psikologi tentang bullying, ebook gratis tentang persepsi, ilmu psikologi rasulullah

Bahasan tentang Persepsi

Menurut De Vito (1997:75), persepsi adalah proses ketika kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita. Gulo (1982:207) mendefinisikan persepsi sebagai proses seseorang menjadi sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya. Rakhmat (1994:51) menyatakan bahwa persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dan menurut Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah integrasi sensasi, integrasi dari pengalaman yang ditimbulkan oleh stimulus sederhana. Bila dikaitkan dengan proses sensorik khususnya pada tingkat biologis, proses persepsi adalah proses perseptual, proses yang berkaitan dengan sistem saraf pusat, dimana terjadi pengolahan informasi terhadap stimulus yang terseleksi dengan sadar yang masuk melalui proses sensorik.

Proses pertama dalam persepsi yaitu menerima rangsangan atau stimulus dari berbagai sumber. Kebanyakan stimulus diterima melalui alat/panca indera. Sebelum stimulus terintegrasi menghasilkan persepsi, pada saat pengolahan informasi terdapat seleksi stimulus secara sadar. Berbagai stimulus yang diterima oleh indera tidak semuanya masuk dalam kesadaran. Proses kita memilih stimulus yang akan mendapat perhatian tersebut disebut atensi selektif. Atensi dibedakan atas: (1). fokus dan margin; (2). melihat selektif; (3). mendengar selektif; (4). pemilihan awal dan lambat; (5). menggabungkan ciri.

Atensi yang bersifat fokus adalah atensi terhadap apa yang jelas kita alami atau rasakan. Sedangkan margin adalah stimulus yang terabaikan.

Kata kunci pencarian:

pengertian stimulus, persepsi psikologi, persepsi dalam psikologi, pengertian stimulus dalam psikologi, psikologi persepsi, definisi stimulus, tentang persepsi, stimulus dalam psikologi, persepsi adalah, psikologi otak, hubungan psikologi dengan proses sensorik, arti stimulus, pengertian stimuli, persepsi psikologi umum, stimulus adalah, persepsi dalam psikologi umum, proses sensorik dalam psikologi, artikel persepsi, pengertian persepsi dalam psikologi, persepsi menurut psikologi