Teori Kognitif (Part II)

(…Dalam proses pembelajaran sering kali gaya kognitif itu dianggap terletak di perbatasan antara kecerdasan dan sifat-sifat pribadi, padahal gaya kognitif itu adalah gaya berpikir dan mungkin juga dipengaruhi oleh kecerdasan. Selain itu gaya kognitif juga mempengaruhi hubungan-hubungan sosial dan sifat-sifat pribadi.)

Teori Belajar Kognitif lebih menekankan kepada substansi bahwa belajar adalah suatu proses yang terjadi pada akal pikiran manusia. Sebab pada dasarnya belajar adalah suatu proses mental dari dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, ketrampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas.

Dalam teori kognitivisme, peran lingkungan dan faktor-faktor eksternal tidak dikesampingkan. Lingkungan dan faktor-faktor eksternal memiliki peranan penting dalam proses belajar kognitif seorang manusia.

Teori kognitivisme mengenal konsep bahwa belajar adalah hasil interaksi secara terus menerus antara seorang individu dan lingkungannya melalui proses asimilasi dan akomodasi.

Asimilasi adalah sebuah proses pemahaman atas pengalaman-pengalaman baru yang dihadapi dalam sebuah skema oleh seorang individu.

Akomodasi adalah proses pengubahan skema yang ada agar sesuai dengan situasi yang baru.

Dalam Teori Kognitivisme ada dua bidang kajian yang lebih mementingkan proses daripada hasil.

  1. Belajar tidak sekedar melibatkan stimulus dan respon tetapi juga melibatkan proses berfikir yang sangat kompleks (Budiningsih, 2005:34) [1]

  2. Ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Menurut psikologi kognitivistik, belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti sesuatu dengan jalan mengaitkan pengetahuan baru kedalam struktur berfikir yang sudah ada. Usaha itu dilakukan secara aktif oleh siswa.

Keaktifan itu dapat berupa mencari pengalaman, mencari informasi, memecahkan masalah, mencermati lingkungan, mempraktekkan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sehingga, pengetahuan yang dimiliki sebelumnya sangat menentukkan keberhasilan mempelajari informasi pengetahuan yang baru. [2]

Ciri-ciri pokok aliran Kognitivisme ini adalah sebagai berikut:

  1. Mementingkan apa yang ada dalam diri manusia

  2. Mementingkan keseluruhan dari bagian-bagian

  3. Mementingkan peranan kognitif

  4. Mementingkan kondisi waktu sekarang

  5. Mementingkan pembentukan struktur kognitif

Beberapa tokoh penganut Teori Kognitivisme ini adalah Jean Peaget, Bruner, dan Ausebel, Robert M. Gagne.

Kata kunci pencarian:

teori ini ada dua bidang kajian yang lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajar yaitu 1 Belajar tidak sekedar melibatkan stimulus dan respon tetapi jugamelibatkan proses ber$kir yang sangat kompleks 3Budiningsih (44 )*/

TEORI KOGNITIF (PART I)

Teori kognitif merupakan proses untuk mengetahui sesuatu atau belajar yang dipandang sebagai suatu usaha untuk memahami sesuatu. Pengertian lain menyebutkan bahwa teori kognitif merupakan cara mempersepsikan dan menyusun informasi yang berasal dari lingkungan sekitar yang dilakukan secara aktif oleh seorang pembelajar. Cara aktif yang dilakukan dapat berupa mencari pengalaman baru, memecahkan suatu masalah, mencari informasi, mencermati lingkungan, mempratekkan, mengabaikan respon-respon guna mencapai tujuan. Pada teori kognitif  pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar sebelumnya sangat mempengaruhi atau menentukan terhadap perolehan pengetahuan baru dipelajari. Adapun teori yang sangat berkaitan erat dengan teori kognitif adalah teori pemrosesan informasi karena menurut teori ini setelah proses pembelajaran ada proses pengolahan informasi di dalam otak manusia yang dimulai dari pengamatan seseorang terhadap informasi yang berada di lingkungannya, kemudian informasi tersebut diterima oleh reseptor-reseptor yang berupa simbol-simbol  yang kemudian diteruskan pada registor pengindraan yang terdapat  pada syaraf pusat.
Informasi yang diterima oleh syaraf pusat kemudian disimpan dalam waktu pendek. Informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini sebagian diteruskan ke memory jangka pendek, sedangkan yang lain hilang dari sistem. Proses pereduksian seperti ini biasa dikenal dengan persepsi selektif. Sementara memori jangka pendek atau memori kerja dan kesadaran  yang kapasitas memorinya sangat terbatas, waktunya juga sangat terbatas.(Imron,1995,11)

Read the rest of this entry »

Kata kunci pencarian:

teori kognitif, pengertian teori kognitif, teori kognitif adalah, yhs-ddc_bd, teori psikologi kognitif, Definisi Teori Kognitif, kognitif adalah, jelaskan teori kognitif, penjelasan teori kognitif, teori kongnitif, teori kognitif dalam psikologi sosial, teori belajar kognitif, teori belajar kognitif pdf, arti teori kognitif, teori kognitif psikologi, teori tentang kognitif, kognitif, ######################, pengertian teori belajar kognitif, Apa itu Teori kognitif